Peningkatan literasi media digital anti hoax, bullying, dan ujaran kebencian pada siswa SMP di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan
Abstract
Siswa Sekolah Menengah Pertama termasuk dalam kelompok usia remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi, sehingga ketika mengakses sebuah konten atau terpapar konten-konten yang bermuatan negatif, mereka mudah terpengaruh dan cenderung menerima begitu saja konten yang disajikan oleh media digital tanpa melakukan filter terhadap konten-konten tersebut. Selain itu, remaja dapat dengan bebas mengekspresikan atau mengungkapkan pendapat melalui media sosial. Untuk itu, perlu peningkatan literasi, khususnya literasi media digital kepada remaja sehingga mereka memiliki pemahaman untuk dapat membedakan konten yang termasuk hoax, bullying, dan ujaran kebencian pada media digital. Artikel ini mengungkapkan tingkat literasi media digital pada remaja sebelum dan setelah mengikuti literasi media digital. Literasi dilakukan kpada 30 siswa MTs Al Azhar Pulau Sugara dan 30 siswa MTs NU 1 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan latihan/praktek. Hasil literasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang hoax, bullying, dan ujaran kebencian. Uji T yang digunakan dalam menganalisis hasil sebelum dan setelah dilakukan literasi adalah t hitung (21.613) < t tabel (-2.001), dan signifikansi 0.000 < 0.05. Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata nilai tes sebelum dan setelah dilakukannya literasi media digital. Selain itu, hasil literasi juga menghasilkan keterampilan siswa dalam membuat konten anti hoax, bullying, dan ujaran kebencian melalui media sosial.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.