KOMIK SEBAGAI MEDIA EDUKASI PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK

Rudi Fakhriadi Noor Ahda Fadillah

Abstract


Penyakit diare adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi berak- lebih dari tiga kali dalam sehari. pravelensi diare di Kalimantan Selatan cukup tinggi, sebesar 20,1%. Kabupaten Banjar merupakan daerah yang banyak dilewati aliran sungai khususnya Sungai Martapura dan Sungai Barito. Kehidupan orang Banjar di Kalimantan Selatan lekat dengan budaya sungai Seiring dengan pertumbuhan kota dan meningkatnya jumlah penduduk, Salah satu dampak dari penurunan kualitas lingkungan di bantaran sungai adalah meningkatnya kasus penyakit diare di daerah bantaran sungai Berdasarkan hasil penelitian Rudi Fakhriadi dan Noor Ahda Fadillah pada tahun 2022 diketahui bahwa faktor risiko penyebab diare yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita di Kabupaten Banjar adalah pengetahuan dan perilaku cuci tangan (p < 0,05). Berdasarkan hasil survey pendahuluan diketahui bahwa banyak anak yang tidak mengetahui tentang penyakit diare 80% siswa sekolah dasar, dan perilaku pencegahan diare pada anak juga masih kurang seperti perilaku cuci tangan dan makanan serta minuman. Komik adalah cerita bergambar (dalam majalah, surat kabar, atau bentuk buku) yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Penggunaan komik sebagai media edukasi Kesehatan. Berdasarkan hasil beberapa penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan signifikan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan media komik. Penelitian lain menyebutkan bahwa media komik lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dibadingkan menggunakan media lain. Harapan dengan komik ini anak-anak akan lebih mengerti tentang mengenai penyakit diare dan pencegahannya.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.