PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN KERIPIK KALAKAI UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KALAKAI DI DESA SAWAHAN KECAMATAN CERBON BARITO KUALA

Masyhudah Rosni Nina Budiwati

Abstract


Desa Sawahan merupakan wilayah yang memiliki potensi lahan rawa yang sangat banyak di Kabupaten Barito Kuala. Desa ini mempunyai hamparan sawah yang sangat luas dan masyarakatnya 90% bekerja sebagai petani. Desa sawahan memiliki luas wilayah 5.950 Ha dengan lahan produktif sebesar 1.200 Ha yang Sebagian besar berupa lahan bergambut. Lahan Desa Sawahan terletak di dekat aliran sungai pasang surut yang mengandung pH rendah dengan tingkat keasaman tinggi berkisar antara 3,5 4,5. Lahan didaerah tersebut termasuk jenis lahan rawa (berwarna coklat hitam), sehingga lahan seperti ini tidak semua tanaman kecuali yang sudah beradaptasi. Desa sawahan ini merupakan desa di Kabupaten Barito Kuala yang menjadi wilayah dengan vegetasi tanaman kalakai cukup banyak. Selama ini tanaman kalakai yang dihasilkan di Desa Sawahan selain di konsumsi oleh warga sendiri, ada juga yang dijual. Tetapi, kalakai yang dijual hanya berupa kalakai hasil panen dalam bentuk segar, tanpa ada pengolahan pasca panen lebih lanjut untuk memberi nilai tambah pada tanaman kalakai tersebut. Diversifikasi pangan lokal untuk masyarakat perlu dilakukan untuk meningkatkan keanekaragaman konsumsi pangan lokal di masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah khususnya di Desa Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala dimana tanaman kalakai tumbuh subur dan banyak bisa dijadikan salah satu alternatif untuk diversifikasi makanan. Salah satu diversifikasi makanan yang berbahan baku dari kalakai adalah keripik daun kalakai. Untuk menjadikan kalakai memiliki nilai tambah maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan membuat keripik kalakai. Transfer teknologi pengolahan keripik kalakai yang berbahan baku kalakai ini dilakukan pada kelompok mitra yakni kelompok ibu-ibu Desa Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala. Transfer teknologi ini dimulai dengan penyampaian teori, dengan menekankan pada proses pengolahan keripik kalakai melalui praktik langsung/demonstrasi pengolahan keripik kalakai. Selain menyampaikan teknologi pengolahan keripik kalakai, juga dilakukan diskusi tentang prospek pemasaran keripik kalakai yang masih terbuka karena potensi yang ada. Berdasarkan hasil pemantauan, pendampingan dan evaluasi bahwa ibu-ibu Desa Sawahan cukup cepat dalam menyerap teknologi sederhana pengolahan keripik kalakai berbahan baku kalakai segar.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.