PENINGKATAN KAPASITAS IBU-IBU DESA SIMPANG NUNGKI MELALUI PEMBUATAN KERIPIK BAYAM DENGAN MEMANFAATKAN HASIL PRODUKSI HORTIKULTURA
Abstract
Jenis-jenis produksi sayuran yang dihasilkan di Desa Simpang Nungki seperti bayam, kacang panjang, terong, tomat, jagung, dll. Merujuk pada data BPS Barito Kuala yakni Kecamatan Cerbon Dalam Angka 2023, menunjukan bahwa luas lahan yang memproduksi bayam sebesar 5 ha. Cenderung luas lahan ini didominasi dari 2 desa yakni Desa Simpang Nungki dan Desa Simpang Nungki yang berdekatan. Bayam sebagai salah satu produksi sayuran yang dihasilkan di Desa Simpang Nungki biasanya hanya dijual dalam bentuk sayuran segar. Padahal jika dilakukan sentuhan pengolahan pasca panen, maka sayuran bayam ini bisa dijadikan produk berupa keripik, sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap sayuran bayam tersebut. Untuk menjadikan bayam memiliki nilai tambah maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan membuat keripik bayam. Transfer teknologi pengolahan keripik bayam yang berbahan baku bayam ini dilakukan pada kelompok mitra yakni kelompok ibu-ibu Desa Simpang Nungki Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala. Transfer teknologi ini dimulai dengan penyampaian teori, dengan menekankan pada proses pengolahan keripik bayam melalui praktik langsung/demonstrasi pengolahan keripik bayam. Selain menyampaikan teknologi pengolahan keripik bayam, juga dilakukan diskusi tentang prospek pemasaran keripik bayam yang masih terbuka karena potensi yang ada. Berdasarkan hasil pemantauan, pendampingan dan evaluasi bahwa ibu-ibu Desa Simpang Nungki cukup cepat dalam menyerap teknologi sederhana pengolahan keripik bayam berbahan baku bayam segar.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.