PEMBERDAYAAN IBU-IBU KELOMPOK TANI RUKUT DALAM PEMBUATAN ABON JANTUNG PISANG DI SAWAHAN KECAMATAN CERBON KABUPATEN BARITO KUALA
Abstract
Komoditas pisang di Kecamatan Cerbon cukup banyak ditanam di lahan-lahan oleh petani. Merujuk pada data BPS Barito Kuala (2022) bahwa produksi tanaman pisang di Kecamatan Cerbon pada tahun 2020 sebesar 882 kuintal. Seiring dengan banyak produksi pisang, maka jantung pisang yang dihasilkanpun akan banyak jumlahnya. Jantung pisang, khususnya di Kecamatan Cerbon, banyak dihasilkan dan kurang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Hal ini karena kurangnya pengetahuan masyarakat tersebut mengenai cara bagaimana mengelolanya menjadi produk makanan yang memiliki baik nilai gizi maupun nilai ekonomi bagi masyarakat. Salah satu pemanfaatan jantung pisang dalam pengolahan dapat dijadikan abon. Abon yang berbahan baku jantung pisang ini diolah menjadi produk yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berdasarkan potensi ketersediaan bahan baku jantung pisang yang terbilang cukup banyak di Kecamatan Cerbon, maka ibu-ibu pada Kelompok Tani Rukut Desa Sawahan Kecamatan Cerbon mengharapkan adanya transfer teknologi yang dapat diberikan oleh tim pengabdian mengenai pengolahan jantung pisang untuk meningkatkan nilai tambah terhadap produk jantung pisang tersebut. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian yakni Community Based Participatory Action Research (CBPAR). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa (1) meningkatnya pendapatan mitra karena jantung pisang dapat memiliki peningkatan nilai tambah produksi, (2) Jika skala usaha mitra berkembang, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, serta (3) Menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang merangsang munculnya ide-ide wirausaha lain, sehingga diharapkan usahanya makin berkembang dan terjadi diversifikasi usaha.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.