PEMANFAATAN SISA ABU BATU PADA TAMBANG BATU GUNUNG MENJADI PRODUK OLAHAN BATAKO DI DESA AWANG BANGKAL BARAT KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Rudy Hendrawan Noor Muhammad Zaini Arief Adip Mustofa, Ahmad Ali Syafi'I

Abstract


Tambang batu gunung adalah sektor industri dengan potensi besar di Kalimantan Selatan, namun kegiatan penambangan ini juga menimbulkan dampak lingkungan seperti limbah abu batu yang seringkali tidak terkelola dengan baik. Desa Awang Bangkal Barat memiliki potensi untuk memanfaatkan abu batu gunung sebagai bahan pembuatan batako, namun kurangnya pengetahuan dalam pencampuran abu batu dengan bahan lainnya menjadi hambatan. Dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang abu batu gunung dan mendapatkan komposisi campuran batako agar menghasilkan kualitas batako yang baik dengan menggunakan abu batu gunung sebagai bahan baku utama. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan nilai tambah dari abu batu, membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, serta mengurangi penggunaan bahan baku yang berasal dari alam dan dampak lingkungan dari proses produksi batako. Adapun solusi yang dapat diberikan terkait permasalahan di atas yaitu: (1) Sosialisasi tentang potensi dan pengelolaan sisa abu batu gunung, (2) melakukan pengujian komposisi pencampuran untuk menghasilkan kualitas batako yang baik, dan (3) melakukan pengujian kekuatan batako. Komposisi pasir dan semen dengan perbandingan 70: 30 tanpa abu batu memberikan hasil uji kuat tekan yang tertinggi, sedangkan komposisi dengan penambahan abu batu, pasir dan semen dengan perbandingan 40:30:30 juga menghasilkan uji kuat tekan yang tinggi. Komposisi semen di bawah 30% persen menunjukkan hasil uji kuat tekan yang rendah dengan berbagai pengujian komposisi campuran abu batu dan pasir, sehingga disarankan agar campuran semen tetap harus sama dengan atau lebih besar dari 30%


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.