PKM LITERASI HAK KETENAGAKERJAAN TERKAIT KESEHATAN PEREMPUAN (PROGRAM PENDEKATAN MULTIDISIPLIN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PADA TENAGA KERJA PEREMPUAN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT GUSTI HASAN AMAN, BANJARMASIN)
Abstract
Peran ganda wanita disadari oleh Negara sebagai hal yang perlu dilindungi untuk keberlangsungan dan kemajuan generasi, maka negara telah menjamin hak tersebut dalam bentuk kebijakan Peraturan
Perundangan. Namun, hasil penelitian Setyaningrum (2022) menunjukan ketidaksesuaian pemenuhan hak tenaga kerja perempuan dengan persentase tertinggi adalah hak cuti haid serta ketersediaan tempat menyusui atau memerah ASI di tempat kerja sebanyak 54,2%. Sebagian besar responden bekerja di bidang kesehatan 35,8%, dan mayoritas berasal dari Rumah Sakit (RS) X. Ketidaksesuaian pemenuhan hak-hak tenaga kerja wanita yang bekerja di RS X atas hak maternal dapat disebabkan oleh kurangnya informasi. Tujuan studi ini adalah sebagai upaya peningkatan pemenuhan hak tenaga kerja perempuan melalui peningkatan literasi tentang hak tenaga kerja terkait kesehatan perempuan. Metode kegiatan melalui transfer keilmuan yaitu pemberian edukasi mengenai hak ketenagakerjaan terkait kesehatan perempuan (hak maternal) melalui penyuluhan. Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-post test. Partisipan kegiatan berjumlah 27 orang yang terdiri dari pekerja perempuan dan manajerial RS. X. Analisa statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil studi menunjukkan bahwa 100 % partisipan berada di usia produktif, 51.9% partisipan memiliki masa kerja kategori sedang, dan 70.4% partisipan tidak memiliki anak. Setelah dilakukan intervensi diketahui terjadi peningkatan pengetahuan baik dari 37% menjadi 74,1%, dan jumlah responden dengan pengetahuan kurang menurun dari 63% menjadi 25,9%. Hasil analisa statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan responden sebelum dan setelah pemberian intervensi (p = 0,0001 < 0,05).
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.