PENDAMPINGAN KELOMPOK WANITA TANI MENGHASILKAN SAYUR ORGANIK DENGAN PEMANFAATAN MEDIA TANAM BERBASIS KONSORSIUM MIKROBA SPESIFIK LOKASI LAHAN BASAH
Abstract
Gangguan iklim ekstrim dan serangan penyakit membuat petani sering gagal panen. Solusi alternatif jangka pendek yang ditawarkan adalah tetap meningkatkan pendapatan sektor pertanian melalui peran aktif Wanita Kelompok Tani di desa, dengan kegiatan bertanam di lahan sempit pekarangan rumah untuk menghasilkan keuntungan cepat dari sayur organik yang dihasilkan. Jaminan produk sayuran organik yang dihasilkan dengan media tanam hasil dari kerja konsorsium mikroba indigenous yang diperkaya dengan memanfaatkan gulma air yang berfungsi sebagai biopestisida dan biofertilizer bagitanaman, akan mampu meningkatkan produksi sayur organik sesuai tuntutan konsumen era milenial. Hasil supervisi lapang yang melibatkan Lurah Bangkal dengan beberapa Ketua RT setempat, menerima keluhan terjadinya kemarau panjang yang belum diketahui kapan berakhirnya, di tambah adanya gangguan hama penyakit yang terus meningkat, maka perlu solusi alternatif agar kehidupan keluarga tani bisa terus meningkat, dengan membangkitkan peran Kelompok Wanita Tani berwirausaha di lahan pekarangan rumah. Hasil koordinasi bersama Lurah Bangkal, Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Petugas Penyuluh Pertanian dan ketua Kelompok Wanita di Kantor Lurah Bangkal,diputuskan untuk terus memacu membangkitkan semangat Wanita Tani berwirausaha. Pertemuan lanjutan berupa penyuluhan dilaksanakan dengan semua anggota Kelompok Wanita Tani yang dihadiri Lurah Bangkal dan Kepala DKP3 Kota Banjarbaru. Kegiatan lanjutan di lahan dilaksanakan praktek pengolahan media tanam dan penanaman tanaman cabai, terong dan tomat. Kegiatan dilanjutkan masing-masing peserta dengan pemeliharaan tanaman contoh yang sudah ditanam bersama, dan menambah jumlah tanaman secara mandiri. Kegiatan terus berlanjut dengan pendampingan dan bantuan alat dan bahan yang diperlukan untuk isolasi mikroba spesifik lokasi dan pembuatan media tanam. Pendampingan dan evaluasi kegiatan di halaman rumah masing-masing terus berlanjut sehingga tanaman panen untuk siap dijual. Tantangan berikutnya petani perlu modal dan dukungan kuat pemerintah daerah Kota Banjarbaru.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.