EDUKASI BORAKS PADA MAKANAN PADA SISWA DI SMK DARUSSALAM, TANJUNG REMA, KOTA MARTAPURA

Laily Khairiyati, Agung Waskito Lenie Marlinae, Anugerah Nur Rahmat Ammara Ulfa A., Dhea Vaneza., Ni'ma Farida P., Laura Oksin Kawalob, Salsabila, Tri Ahdiat

Abstract


Boraks merupakan salah satu Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang sangat berbahaya dan dilarang penggunaannya pada makanan, karena berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit dan bahkan meningkat resiko terjadinya kejadian kanker. Tetapi banyak produsen menyalahgunakan untuk mengawetkan dan memperbaiki struktur makanan. Oleh karena itu, perlu adanya suatu intervensi berupa kegiatan untuk mengenalkan siswa keterampilan uji deteksi boraks secara sederhana dengan prinsip simple turmeric. Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai bentuk pencegahan dan memberikan kesadaran mengenai isu keamanan pangan pada siswa sekolah. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi adalah ceramah, tanya jawab, pembekalan keterampilan uji deteksi boraks dengan metode sederhana, pengukuran pengetahuan setelah intervensi dan pembagian buku saku. Hasil kegiatan didapat terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi yaitu 69,04% untuk kelas X dan 57,89% untuk kelas XI. Hasil Pengukuran kategori pengetahuan responden melalui pengisian kuesioner mengenai bahan tambahan pangan boraks sebanyak 70% memiliki kategori baik tetapi, setelah mendapatkan edukasi mengenai boraks mengalami kenaikan sampai 95%. Hasil analisis uji T berpasangan bahwa nilai sig 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan mengenai pengetahuan responden antara pemberian Pre-Test dan Post-Test atau sebelum dan sesudah pemberian edukasi mengenai boraks.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.