PEMERIKSAAN NILAI KOLESTEROL DAN INDEKS MASSA TUBUH UNTUK MENDETEKSI RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER
Abstract
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian di Indonesia dan terus menunjukkan tren peningkatan. Keterlambatan deteksi faktor risiko menjadi penyebab penting yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dilakukan di Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat, bekerja sama dengan Puskesmas Martapura Barat, untuk mendeteksi dini faktor risiko PJK. Sebanyak 30 warga mengikuti pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kolesterol. Hasil skrining menunjukkan 40% responden memiliki IMT lebih dari > 24,9 dan 46,7% memiliki kadar kolesterol > 200 mg/dL. Temuan ini menunjukkan prevalensi tinggi faktor risiko PJK di masyarakat. Mayoritas responden sebelumnya tidak melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, sehingga potensi deteksi dini rendah. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, perubahan gaya hidup sehat, serta pencegahan komplikasi kardiovaskular. Pemeriksaan faktor risiko PJK terbukti efektif untuk mengidentifikasi individu berisiko tinggi sebelum timbul gejala, mendukung tujuan pembangunan kesehatan nasional, dan memperkuat program kesehatan masyarakat di daerah lahan basah. Diperlukan tindak lanjut berupa program edukasi dan pemeriksaan berkala untuk mengurangi risiko kematian mendadak akibat PJK dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Full Text:
PDFReferences
Andi, I. F., Hamzah, P. N. and Kanang, I. L. D. (2023) ‘Faktor Risiko Terjadinya Sudden Cardiac Death’, Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 3(6), pp. 420–426.
Hu, X. et al. (2020) ‘Exploring the causal pathway from body mass index to coronary heart disease : a network Mendelian randomization study’. doi: 10.1177/2040622320909040.
Kaminsky, L. A. et al. (2022) ‘The importance of healthy lifestyle behaviors in the prevention of cardiovascular disease’, Progress in cardiovascular diseases, 70, pp. 8–15.
Kelly, K. L. et al. (2023) ‘Sudden cardiac death in the young: a consensus statement on recommended practices for cardiac examination by pathologists from the Society for Cardiovascular Pathology’, Cardiovascular pathology, 63, p. 107497.
Kemenkes (2024) Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian, Kemenkes Perkuat Layanan Primer.
Lindstrom, M. et al. (2022) ‘Global Burden of Cardiovascular Diseases and Risks Collaboration , 1990-2021 C a r d i o v a s c u la ar D i s e a s e i n C e n t r a l A s i a FINDINGS FROM THE GLOBAL BURDEN OF DISEASE STUDY’, 80(25). doi: 10.1016/j.jacc.2022.11.001.
Nasution, I. S. et al. (2025) ‘Systematic Review: Pengaruh Gaya Hidup dan Pengetahuan Masyarakat terhadap Risiko Penyakit Jantung Koroner’, Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), pp. 287–298.
Pedersen, E. et al. (2022) ‘Medication adherence among persons with coronary heart disease and associations with blood pressure and low ‑ density ‑ lipoprotein ‑ cholesterol’, European Journal of Clinical Pharmacology, pp. 857–867. doi: 10.1007/s00228-022-03276-4.
Prajapati, R., Patel, P. and Upadhyay, U. (2021) ‘A review on coronary artery disease’, World Journal of Pharmaceutical Research, 10(13), pp. 775–790.
Saraswati, D. (2024) ‘Inovasi Pelayanan Kesehatan: Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner melalui Posbindu PTM’, Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara, 2(1), pp. 10–16.
Song, J. et al. (2022) ‘Association between dairy consumption and ischemic heart disease among Chinese adults: a prospective study in Qingdao’, Nutrition & Metabolism, 19(1), p. 11.
Triyono, D. et al. (2025) ‘Penyakit Jantung Koroner Di Indonesia: Peran Faktor Risiko Dan Upaya Pencegahan’, HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 17(1), pp. 86–94.
Xiao, J. et al. (2024) ‘Differential age-specific associations of LDL cholesterol and body mass index with coronary heart disease’, Atherosclerosis, 393(April), p. 117542. doi: 10.1016/j.atherosclerosis.2024.117542.
Refbacks
- There are currently no refbacks.