MEMBANGUN GENERASI HIJAU DI KOTA SUNGAI (PROGRAM PENDAMPINGAN REMAJA SADAR LALU LINTAS DI SMAN 5 BANJARMASIN)
Abstract
Fenomena meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan remaja di perkotaan menuntut adanya strategi edukasi yang tidak hanya menekankan aspek keselamatan berkendara, tetapi juga membangun kesadaran ekologis generasi muda. Kota Banjarmasin sebagai “kota sungai” menghadapi tantangan ganda, yakni membentuk perilaku tertib lalu lintas sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas program pendampingan remaja sadar lalu lintas di SMAN 5 Banjarmasin dalam membangun generasi hijau yang berkarakter disiplin, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif dengan menekankan keterkaitan antara perilaku berlalu lintas yang tertib dan pembentukan kesadaran ekologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendampingan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, seperti pengurangan polusi, penggunaan transportasi ramah lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam kampanye keselamatan berlalu lintas di komunitas sekolah. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada terciptanya model pendidikan remaja yang integratif, memadukan aspek hukum, sosial, dan lingkungan. Implikasi praktisnya adalah pentingnya replikasi program serupa di sekolah lain untuk memperkuat budaya disiplin dan kesadaran ekologis generasi muda di wilayah perkotaan Indonesia.
Full Text:
PDFReferences
Badan Pusat Statistik Kota Banjarmasin. (2024). Statistik transportasi Kota Banjarmasin 2024. BPS Kota Banjarmasin.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Korlantas Polri. (2023). Laporan tahunan kecelakaan lalu lintas 2023. Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Moser, S., & Kleinhückelkotten, S. (2018). Good intents, but low impacts: Diverging importance of motivational and socioeconomic determinants explaining pro-environmental behavior, energy use, and carbon footprint. Environment and Behavior, 50(6), 626–656. https://doi.org/10.1177/0013916517710685.
Neal, J. W., & Neal, Z. P. (2013). Nested or networked? Future directions for ecological systems theory. Social Development, 22(4), 722–737. https://doi.org/10.1111/sode.12018.
Nugroho, S. (2022). Pendidikan lingkungan hidup di sekolah: Tantangan dan peluang menuju keberlanjutan. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan, 16(1), 45–60.
Prasetyo, H., & Handayani, R. (2022). Pendidikan hukum lalu lintas berbasis sekolah untuk remaja: Sebuah pendekatan integratif. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan Hukum, 14(2), 115–128. https://doi.org/10.31219/osf.io/x3f9t.
Rahmawati, D. (2023). Efektivitas pendidikan lalu lintas berbasis sekolah pada remaja: Studi kasus di Jawa Barat. Jurnal Hukum dan Pendidikan, 12(2), 87–101.
World Health Organization. (2023). Global air quality guidelines: Review 2023 update. WHO.
Refbacks
- There are currently no refbacks.