TANTANGAN DAN SOLUSI MASYARAKAT DALAM MENCIPTAKAN MASYARAKAT INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Rona Wulandari, Utomo Utomo, Hayatun Thaibah, Mawarni Nurhidayah, Ayu Linda Frastya

Abstract


Mewujudkan masyarakat inklusif merupakan tantangan dalam pembangunan sosial, khususnya berkaitan dengan penerimaan dan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK). Tantangan yang sering dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat adalah stigma, kurangnya pemahaman, serta keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Salah satu upaya untuk menangani tantangan tersebut adalah  sosialisasi untuk mewujudkan masyarakat inklusif. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kelurahan Landasan Ulin Timur melibatkan 34 warga mewakili RT, RW, dan Kader Posyandu. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat dalam membangun lingkungan yang ramah, setara, dan terbuka terhadap keberagaman. Metode yang digunakan adalah membagikan kuesioner terbuka untuk menggali pandangan, pengalaman, dan inisiatif warga setelah mengikuti sosialisasi. Data dianalisis secara tematik untuk mengetahui pemahaman, tantangan, serta solusi yang bersumber dari masyarakatl. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kendala utama masyarakat adalah kurangnya pengetahuan mengenai konsep inklusif dan minimnya keterlibatan berbagai pihak. Namun, pasca-sosialisasi, warga menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya masyarakat inklusif. Responden menekankan perlunya penanaman nilai toleransi sejak dini, sikap keterbukaan, dan tolong-menolong sebagai landasan masyarakat inklusif. Selain itu, solusi konkret yang diusulkan meliputi penyediaan fasilitas aksesibel, pemberian ruang partisipasi setara bagi penyandang disabilitas, serta dorongan terhadap kebijakan pendukung di tingkat lokal.


Full Text:

PDF

References


Damayanti, S. (2023). Pentingnya Mengembangkan Masyarakat Inklusif melalui Kebijakan Pendidikan Multikulturalisme Di Era Abad 21. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2). https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13530

Hermoso, J. C. R., & Sugawara, C. L. (2023). Civil society in macro social work. In Encyclopedia of Macro Social Work (Vols. 1–3). https://doi.org/10.1093/acrefore/9780199975839.013.1513

Runa, S. V. F., Andung, P. A., & Aslam, M. (2023). Representasi Masyarakat Yang Inklusif Dan Eksklusif Dalam Film CODA. Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 3(2), 204–215.

Sitanggang, B., Tarigan, D. B., Astuti, C. I., Ringo, D. A., Ramayani, J., Fajriana, R. R., & Tansliova, L. (2025). Persepsi Orang Tua terhadap Pendidikan Inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Sipakainge Edisi Khusus: Pendidikan Dan Bahasa, 3 (1).

Triana Eldiva, F., Amora Jofipasi, R., Anwar, R. K., Ahmad, R. K. A., & Annisa, R. (2023). Peningkatan Kesadaran dan dan Penerimaan Masyarakat terhadap Individu Disabilitas. JPPKH Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus, 1(2), 10–17.

Triana Eldiva, F., Amora Jofipasi, R., Rahim Kurniawan Anwar, Ahmad, R. K. A., & Annisa, R. (2023). Peningkatan Kesadaran dan dan Penerimaan Masyarakat terhadap Individu Disabilitas. JPPKH Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus, 1(2), 10–17.

Zaskia, A. H., Maulidina, C. A., Azalia, V., Fadilah, A., & Harum, T. M. (2025). Pengaruh Stigma Sosial Terhadap Anak Dengan Hambatan Intelektual. Jurnal UNIK: Pendidikan Luar Biasa, 9(2), 111. https://doi.org/10.30870/unik.v9i2.30536


Refbacks

  • There are currently no refbacks.