PSIKOEDUKASI SEBAGAI STRATEGI PREVENTIF UNTUK PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA
Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, sehingga rentan menghadapi berbagai tantangan perkembangan, termasuk perilaku seksual berisiko. Rendahnya literasi seksual terkait pendidikan seks pada usia dini, pengaruh media sosial, serta minimnya komunikasi dengan orang tua dan guru dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap perilaku menyimpang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui psikoedukasi yang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perilaku seksual berisiko. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi interaktif melalui sesi tatap muka. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pemberian psikoedukasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan literasi seksual remaja, khususnya dalam memahami risiko perilaku seksual. Secara umum, penelitian ini memberikan gambaran bahwa psikoedukasi merupakan strategi preventif yang penting untuk diterapkan di sekolah, karena mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya perilaku seksual berisiko.
Full Text:
PDFReferences
Fauziah, R., & Latifah, N. (2021). Pemahaman remaja terhadap tanda-tanda perilaku seksual berisiko. Jurnal Konseling Pendidikan, 9(2), 88–95.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja. Jakarta: Kemenkes RI.
Lestari, S., & Wahyuni, R. (2018). Psikoedukasi sebagai strategi promotif kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Promkes Indonesia, 6(1), 45–52.
Marzuki, A., & Hidayat, F. (2020). Edukasi preventif dalam menurunkan perilaku seksual menyimpang pada remaja. Jurnal Psikologi Terapan, 8(3), 159–168.
Ningsih, E., & Ramdhan, M. (2020). Pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan seksual pada siswa SMP. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 5(1), 33–40.
Rahmawati, D. (2021). Edukasi kesehatan reproduksi remaja di sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(2), 115–123.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryani, N., & Putra, A. (2020). Efektivitas psikoedukasi dalam peningkatan pengetahuan perilaku seksual sehat pada remaja. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 8(1), 45–53.
Utami, S., & Pratama, H. (2019). Peran sekolah dalam edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja awal. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 3(2), 101–108.
Wulandari, M. (2022). Tantangan pendidikan seks bagi remaja di era digital. Jurnal Ilmu Perilaku dan Sosial, 7(1), 72–80.
Refbacks
- There are currently no refbacks.