PENERAPAN TEKNOLOGI FILTRASI ALAMI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SASIRANGAN DI NDF SASIRANGAN DESA SEI TIUNG KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU
Abstract
Sasirangan adalah kain khas Kalimantan Selatan. Berbeda dengan motif batik pada umumnya motif sasirangan memiliki aneka motif garis dan aneka warna yang menawan. Pewarnaan kain sasirangan berbeda dengan kain batik, kain yang sudah dijelujur kemudian dicelupkan kedalam warna yang sudah disiapkan sebelumnya. Bahan pewarna yang digunakan biasanya adalah bahan kimia pewarna sehingga perlu pengelolaan limbah yang terintegrasi sehingga aman bagi lingkungan. Pengelolaan limbah khususnya limbah cair sasirangan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan ditambah dengan meningkatnya jumlah pengrajin dan pasar yang ada saat ini, sehingga pengolahan limbah menjadi wajib bagi pengrajin sasirangan. Kendala yang ada dalam pengolahan adalah kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada di masyarakat belum mampu untuk mengantisipasi potensi dampak pencemaran limbah sasirangan, maka perlu upaya minimasi limbah sasirangan baik itu dari aspek kebijakan pemerintah dalam rangka menekan jumlah air limbah yang dihasilkan maupun dari aspek ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendapatkan berbagai alternatif teknologi pengolahan limbah yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan bahan alami seperti Pasir silika, Karbon Aktif, Serat Pohon Enau, Batuan serpentinit maka dapat digunakan sebagai media dan sistem tersebut saat ini telah selesai di buat dan di uji coba dengan hasil air limbah sudah layak di buang ke lingkungan. Di NDF Sasirangan , Sei Tiung Cempaka, dapat dilihat dengan dimensi Ukuran Bak pengolahan sekitar 2x6 meter yang terdiri dari 3 unit pengolahan dengan berbagai macam variasi, maka limbah yang dihasilkan saat ini sudah aman dari standar baku mutu
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.