RANCANG BANGUN ALAT PENANGKAP KEPITING (Scylla serata) RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN
Abstract
Mitra dalam kegiatan program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) yaitu Kelompok Nelayan penangkap kepiting di perairan payau sekitar hutan mangrove di Desa Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Terbatasnya keterampilan dan kreatifitas terutama dalam merancang bangun alat tangkap menyebabkan tingkat kemajuan teknologi kelompok ini berjalan lambat, dimana produksi dan kualitas produksi rendah. Kegiatan ditranfer teknologi tersebut mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, Persiapan Alat dan Bahan, yang terdiri dari (Pemotong besi/kawat, Meteran, Palu, paku, Kawat, besi, Penggaris siku, Busur derajat,Tali rapia, Kayu dan Engsel ; tahap kedua Rancang bangun yang dilakukan diawali dengan Membuat model lintasan masuk kepiting, Membuat Kerangka besi berbentuk persegi panjang, Merangkainya dengan kawat besi diberi engsel untuk memudahkan buka/tutup alat tangkap, Merangkai pintu masuk bubu dengan penel/hinjap, Membuat kantung umpan. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan mulai dari tahap sosialisasi, penyuluhan/diskusi, demonstrasi dan pendampingan, pemantauan dan evaluasi maka terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam kreatifitas dan mau mencoba hal baru. Melalui uji coba hasil tangkapan dengan menggunakan bubu kepiting mampu meningkatkan produksi, baik dalam jumlah ekor maupun dalam jumlah berat. Bahan waring yang lembut dapat menjaga kualitas tubuh kepiting yang utuh dan hasil tangkapan sebanyak 3% mampu mendapatkan sesuai dengan yang direkomendasikan dalam peraturan mentri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/PERMEN-KP/2020. Sebagai tindak lanjut kegiatan perlu adanya dukungan dan pembinaan yang terus menerus dari pihak terkait dalam hal ini adalah Dinas Perikanan sehingga penggunaan lata tangkap ramah lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.