PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI BUDIKDAMBER PLUS AKUAPONIK SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN GIZI IKAN DIMASA PANDEMI COVID-19 DI PONDOK MUADALAH ALA GONTOR AN-NAJAH CINDAI ALUS TUNGKARAN MARTAPURA
Abstract
Pandemi Covid-19 membuat seluruh sektor perekonomian melemah, kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan. Hal ini dirasakan juga oleh masyarakat di Kabupaten Banjar. Karena sebagian besar masyarakat di derah ini adalah petani dan pekerja swasta, bagi para pekerja swasta banyak yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun Work From Home (WFH) yang merupakan bagian dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menekan meningkatnya angka pertumbuhan kasus COVID-19, Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan ini mengakibatkan pendapatan menurun bahkan ada yang tidak mendapat pemasukan. Dengan adanya pandemik Covid 19 ini juga berimbas pada pondok Muadalah Ala Gontor An-Najah Cindai Alus, dimana para donator ada yang mengurangi jumlah bantuan bahkan ada beberapa yang menghentikan bantuannya. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk membantu agar pondok dapat berjalan sebagaimana biasa adalah kegiatan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam ember) Plus Aquaponik, diharap bisa membantu menghadapi permasalahan pondok saat ini. Kegiatan ini mempunyai banyak manfaat yaitu peningkatan ipteks bagi warga pondok. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan adalah telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta (santri) yang signifikan dan mencapai indikator yang telah ditetapkan untuk budidaya ikan lele. Sampai kegiatan ini berakhir pondok sudah menjual ikan hasil budikdamber dan mampu menciptakan peluang usaha dan menambah pengahsilan pondok ditengah masa pandemic COVID- 19 ini, dan kangkung sudah tiga kali panen, bahkan sudah mulai menambah jumlah ikan yang dipelihara.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.