STRATEGI PENCEGAHAN KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KPH KAYU TANGI KOTA BANJARBARU
Abstract
Indonesia merupakan laboratorium kerusakan hutan yang tepat untuk diamati, khususnya Kalimantan dengan laju deforestasi tertinggi yaitu 132,7 ribu ha atau 27,6%, dan kondisi ini terjadi pada Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang KPH Kayu Tangi Kota Banjarbaru, yang beralihfungsi pada kawasan bukan alami (22,42%) untuk kegiatan pertanian dan perkebunan, dan berpotensi terjadinya kebakaran lahan. Tujuan penelitian menyusun strategi pencegahan kebakaran lahan gambut di Hutan Lindung Liang Anggang Blok 1 KPH Kayu Tangi. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif, dari hasil wawancara stakeholder dan dianalisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian: 1) KPH Kayu Tangi merupakan lembaga UPT dibawah Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menjalankan tugas dan fungsi khususnya bidang pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan program kerja (a) membentuk organisasi Masyarakat Peduli Api (MPA), (b) melakukan pelatihan dasar pemadaman kebakaran hutan dan lahan, (c) melakukan kegiatan pada wilayah kerja penyuluhan kehutanan (WKPK), (d) melalukan kerjasama dengan desa, sekolah melalui kegiatan penanaman pohon/revolusi hijau; 2) KPH Kayu Tangi dalam menjalankan tugas dan fungsinya memiliki keterbatasan yaitu rendahnya kuantitas SDM dan minimnya sarana dan prasarana dengan wilayah kerja yang luas; 3) strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan yaitu: (a) strategi intensif, yang memberikan penguatan kepada organisasi KPH Kayu Tangi melalui peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, dan sarana dan prasarana pendukung pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan, (b) strategi integratif, menempatkan posisi organisasi KPH Kayu Tangi yang kuat dalam menjalin kemitraan secara lintas sektoral (kolaboratif) dengan BPBD, TNI/POLRI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Perguruan Tinggi, LSM, DUDI, dan media.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.