DIVERSIFIKASI OLAHAN JAHE MENJADI SERBUK JAHE INSTAN PADA ERA NEW NORMAL DI DESA SAWAHAN

Masyhudah Rosni Nina Budiwati

Abstract


Lahan usahatani yang dimanfaatkan untuk kegiatan usahatani tanaman biofarmaca seperti tanaman jahe ini terdapat dalam bentuk lahan pekarangan dan galangan sawah. Menurut Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, bahwa potensi produksi tanaman jahe di Kecamatan Cerbon sebesar 7,8 kg/m2. Selain potensi produktivitas jahe itu sendiri, di Desa Sawahan juga memiliki potensi dari sisi ketersediaan lahan pekarangan dan galangan usahatani yang masih sangat bisa dimanfaatkan untuk ditanami tanaman jahe. Masyarakat di Desa Sawahan selama ini hanya memanfaatkan jahe segar untuk kebutuhan rumah tangga atau dijual dalam bentuk segar dengan harga yang tergolong murah. Untuk menjadikan produk jahe memiliki nilai tambah maka dilakukan pengabdadian masyarakat dengan membuat serbuk jahe instan. Transfer teknologi pengolahan serbuk jahe instan yang berbahan baku jahe ini dilakukan pada kelompok mitra yakni Kelompok Ibu-ibu Desa Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala. Transfer teknologi ini dimulai dengan penyampaian teori, dengan menekankan pada proses pengolahan serbuk jahe instan melalui praktik langsung/demonstrasi pengolahan serbuk jahe instan. Selain menyampaikan teknologi pengolahan serbuk jahe instan, juga dilakukan diskusi tentang prospek pemasaran serbuk jahe instan yang masih terbuka karena potensi yang ada. Berdasarkan hasil pemantauan, pendampingan dan evaluasi bahwa ibu-ibu Desa Sawahan cukup cepat dalam menyerap teknologi sederhana pengolahan serbuk jahe instan berbahan baku jahe segar.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.