PENDAMPINGAN MITRA BINAAN PEMANFAAT PEKARANGAN UNTUK PENGEMBANGAN WISATA HIJAU DI KAWASAN DAS BATANG ALAI
Abstract
Memanfaatkan kecerdasan lokal dan menyandingkan dengan pengetahuan modern adalah upaya bijak untuk menjaga keseimbangan pelestarian sumber daya alam dan dinamika kebutuhan masyarakat lokal di sekitar DAS Batang Alai, dapat diimplementasikan melalui pendampingan kegiatan usaha pengolahan kebun Permaculture Kelor di desa Hinas Kiri yang terletak di sekitar Daerah Aliran Sungai Batang Alai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pendekatan program pendampingan dilaksanakan melalui introduksi konsep keseimbangan dalam merawat alam, merawat kekerabatan, menerapkan prinsip berbagi dan kesetaraan bagi masyarakat di desa tersebut. Proses pengambilan keputusan untuk kegiatan dihasilkan dari tahapan FGD, kemudian kelompok masyarakat peserta diminta berpartisipasi secara sukarela, belajar bersama di plot percontohan kebun Permaculture Kelor, learning by doing. Pendapat, saran dan kesan mereka dicatat, di rekam, di photo dan dibuat video dari sesi diskusi kelompok atau pun wawancara yang tidak mengganggu waktu kerja rutin mereka. Mereka juga diajak, diberi contoh dan didampingi saat melakukan kegiatan pada bulan Juni November 2022. Hasil implementasi ini menunjukan bahwa minat masyarakat untuk berdiskusi, menanam dan membuka kebun berbasis pekarangan untuk Kelor sangat besar, sehingga kini mulai dibuat pula kebun semai untuk mengembangkannya. Sebagai kebun contoh telah dibuat di atas bentang alam dengan luas 800 meter per segi. Berbagai hasil kegiatan di Hinas kiri akan dikerjasamakan lebih luas melalui jaringan kemitraan yang dapat dimanfaatkan oleh Universitas Lambung Mangkurat, yang kini sudah berstatus PTN BLU.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.