ANALISIS SOSIAL DILIHAT DARI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN PROGRAM URBAN FARMING
Abstract
Urban farming bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy. Sebagai daerah perkotaan, kota Banjarbaru memiliki lahan yang terbatas terutama untuk keperluan pertanian. Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai wadah kegiatan urban farming dirasa mampu untuk menjawab kondisi terbatasnya lahan pertanian tersebut. kota Banjarbaru memperkenalkan konsep Urban Farming dalam salah satu program Ketahanan Pangan kota Banjarbaru, sebagaimana komitmen bersama pemerintah kota Banjarbaru dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 di Banjarbaru bersama SKPD terkait dalam mendukung pencanangan gerakan Urban Farming demi ketahanan pangan di kota Banjarbaru. Legalitas program Urban Farming di Banjarbaru telah disahkan dengan Perwali kota Banjarbaru nomor 36 tahun 2022 tentang pemanfaatan ruang terbuka untuk pertanian, peternakan dan perikanan perkotaan (urban farming). Dalam program ini ada tiga sub sektor yang menjadi fokus utama, yaitu perikanan, peternakan dan pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab bagaimana persepsi masyarakat terhadap upaya dari pemerintah Kota Banjarbaru dalam pengembangan program urban farming. Analisis yang digunakan menggunakan analisis metode kelas interval dengan kategori, serta analisis korelalsi triserial. Berdasarkan persepsi dari enam indikator yang dilihat bahwa tingkat persepsi masyarakat masyarakat terhadap pengembangan program urban farming berada pada kategori cukup. Enam indikator tersebut terdiri dari kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan, akuntabel dan sustainabel. Sebaran responden berdasarkan indikator tersebut masing-masing yakni indikator kooperatif termasuk sedang dengan 45%, partisipatif ketagori sedang 52%, emansipatif 42%, transparan 37%, akuntabel 35% dan sustainable 40%.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.