LEKSIKON ALAT PENANGKAP IKAN DAN UDANG TRADISIONAL BAHASA BANJAR DIALEK KUALA YANG TERANCAM PUNAH DI KABUPATEN BANJAR
Abstract
Penelitian ini didasari oleh berkurangnya penggunaan alat penangkap ikan dan udang tradisional bahasa Banjar dialek Kuala berbahan dasar bambu dan sejenis rotan ilatung. Alat-alat penangkap ikan dan udang tradisional bahasa Banjar dialek Kuala tersebut sudah mulai jarang bahkan langka ditemukan digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan leksikon alat penangkap ikan dan udang tradisional bahasa Banjar dialek Kuala yang terancam punah di Kabupaten Banjar. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, studi dokumen, dan rekaman video. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis data kualitatif dari Creswell & Creswell (2018). Hasil yang ditemukan adalah enam buah alat penangkap ikan dan udang tradisional bahasa Banjar dialek Kuala yang terancam punah di Kabupaten Banjar. Keenam alat penangkap ikan dan udang dikatakan terancam punah karena sudah sangat jarang digunakan oleh masyarakat. Selain itu, alat penangkap ikan tersebut sudah tidak ada lagi yang membuatnya. Nelayan beralih menggunakan alat penangkap ikan dan udang yang mudah dibuat dan bahannya tahan lama bila digunakan di air. Selain itu, nelayan juga beralih membuat dan menggunakan alat penangkap ikan dan udang yang ringan dan mudah dibawa dan digunakan. Oleh karena itu, nelayan sekarang membuat dan menggunakan alat perangkap ikan dan udang yang menggunakan bahan dasar kawat dan botol atau stoples plastik.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.