EFEKTIVITAS DETEKSI DINI KEBUNTINGAN PADA KAMBING DENGAN MENGGUNAKAN METODE PUNYAKOTI

Anis Wahdi Muhammad Riyadhi, Aulia Rahma, Ahmad Ridhani

Abstract


Metode punyakoti merupakan salah satu metode Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) pada ternak. Berbagai penelitian telah dilakukan, penelitian pada ternak kambing merupakan hal yang belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas punyakoti untuk menguji kebuntingan pada ternak kambing menggunakan berbagai jenis biji yang mudah diperoleh secara lokal. Perlakuakn berupa dosis pengenceran urin: 1:4 (P1); 1:8 (P2); 1:12 (P3) dan kontrol/tidak bunting (P4). Pengujian pertumbuhan menggunakan 3 jenis biji: biji kacang hijau, gabah, dan kangkung. Terdapat 2 fase kebuntingan yaitu kebuntingan 2 bulan dan 3 bulan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk semua jenis biji perlakuan kontrol menunjukkan pertumbuhan normal. Untuk ternak yang bunting terlihat adanya penghambatan pertumbuhan yang bervariasi baik untuk P1, P2, dan P3. Penghambatan pertumbuhan biji paling efektif adalah pada perlakuan P1, baik untuk kambing usia kebuntingan 2 bln maupun 3 bln. Penurunan pertumbuhan tersebut untuk biji kacang hijau mencapai 73%, biji gabah mencapai 58% dan biji kangkung mencapai 72% dibanding kontrol pada kambing bunting 2 bulan. Untuk kambing bunting 3 bulan penurunan pertumbuhan sebesar 76 % untuk biji kacang hijau, 68 % untuk gabah padi, serta 94% untuk biji kangkung dibandingkan kontrol (P4). Disimpulkan bahwa metode punyakoti terbukti efektif untuk menguji kebuntingan ternak kambing dengan biji kacang hijau dan kangkung dengan menggunakan pengenceran 1:4 (P1).


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.