HUBUNGAN OBESITAS CENTRAL, AKTIVITAS FISIK DAN BERAT BADAN LEBIH DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA 15-45 TAHUN DI KABUPATEN BANJAR

Rudi Fakhriadi Noor Ahda Fadillah

Abstract


Salah satu penyakit kardiovaskuler tersebut adalah Hipertensi, hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Umumnya penderita hipertensi adalah orang yang berusia diatas 40 tahun, namun pada saat ini tidak menutup kemungkinan diderita oleh orang usia muda. Hipertensi pada wanita usia subur sebagian besar terjadi pada usia 25 45 tahun, dan hanya pada 20 persen terjadi dibawah usia 20 tahun. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukan angka prevalensi hipertensi pada penduduk Provinsi Kalsel yang berusia di atas 18 tahun adalah 44,13 % tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dinas Kesehatan provinsi Kalimantan selatan tahun 2021. Kabupaten banjar menempati urutan kedua kasus hipertensi terbanyak setelah kota Banjarmasin dengan jumlah kasus hipertensi 8752 kasus. Tujuan peneitian ini adalah untuk mencari hubungan obesitas central, aktivitas fisik, dan berat badan lebih dengan kejadian hipertensi pada Wanita usia 15-45 tahun di Kabupaten Banjar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang diambil merupakan wanita usia 15-45 tahun yang datang ke 238 posbindu di 24 Puskesmas di Kabupaten Banjar untuk periksa dan sebesar 8907 wanita yang datang ke posbindu di seluruh kabupaten Banjar. Bedasarkan hasil uji chi-square diketahui bahwa ada hubungan antara variabel obesitas sentral dan berat badan lebih dengan kejadian hipertensi pada Wanita usia 15-45 tahun (p <0,05), sedangkan kurangnya aktivitas fisik tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi pada Wanita(p> 0,05).


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.