PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN WALET TERHADAP KETERSEDIAAN HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT HIYUNG (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DI LAHAN GAMBUT

Nanda Kinar Arum Aafiah Hayati, Ratna

Abstract


Indonesia memiliki lahan gambut yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Pengelolaan tanah gambut yang banyak mengandung bahan organik ini untuk kepentingan pertanian mengalami banyak kendala. Kendala tersebut menurut antara lain adalah tingginya tingkat kemasaman tanah (pH), kurangnya unsur Ca, N, P, K dan Mg. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya adalah dengan pemberian pupuk. Kotoran walet sebagai pupuk organik sangat bermanfaat bagi tanaman yang akan dibudidayakan di lahan gambut. Salah satu varietas cabai rawit yang dapat dibudidayakan di lahan gambut yaitu cabai rawit Hiyung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian kotoran walet terhadap ketersediaan hara NPK dan pertumbuhan tanaman cabai rawit Hiyung (Capsicum frutescens L.) di lahan gambut. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor. Faktor yang diteliti adalah pemberian kotoran Walet sebanyak 4 taraf, yaitu: 0 ton.ha-1; 2,5 ton.ha-1; 5 ton.ha-1; 7,5 ton.ha-1, dan 10 ton.ha-1. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Kesimpulan yang diperoleh yaitu pemberian kotoran walet memberikan pengaruh terhadap ketersediaan N-NH4+, N-NO3-, P-tersedia tanah dan waktu muncul bunga tanaman cabai rawit Hiyung, namun tidak berpengaruh terhadap K-tersedia tanah dan berat kering tanaman cabai rawit Hiyung di lahan gambut. Pemberian Kotoran walet dengan takaran 10 ton.ha-1 menunjukkan hasil terbaik terhadap ketersediaan N-NH4+ dan P-tersedia tanah. Pemberian kotoran walet dengan takaran 5 ton.ha-1 menunjukkan hasil terbaik terhadap ketersediaan N-NO3-.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.