PEMANFAATAN SISIK IKAN GABUS (Channa striata) SEBAGAI BIOKOAGULAN PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU
Abstract
Industri Tahu merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah cair organik yang dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan dan pencetakan tahu. Apabila langsung dibuang ke badan air maka akan menyebabkan pencemaran pada perairan tersebut. Pengolahan limbah cair dapat dilakukan secara kimia melalui penambahan bahan atau reaksi kimia lainnya. Proses yang dapat diterapkan diantaranya adalah koagulasi dengan menambahkan koagulan. Koagulan alami dalam penelitian ini menggunakan kitosan yang diperoleh dari pemanfaatan sisik ikan gabus yang banyak terdapat ditemukan di sungai, sungai dengan air tenang, rawa, sawah dan danau didaerah Kalimantan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kitosan sisik ikan gabus terhadap penurunan kadar BOD, COD, TSS, pH dan kekeruhan pada limbah cair industri tahu. Rancangan penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design dengan teknik grab sampling dalam pengambilan sampel limbah cairnya. Pengukuran pH, kekeruhan dan TSS masing-masing menggunakan pH meter, turbidity meter dan spektrofotometri. Sedangkan pengujian BOD menggunakan metode titrimetri winkler dan metode titrimetri permanganat untuk uji COD. Proses pembuatan kitosan menggunakan metode deasetilasi, kemudian serbuk kitosan di uji gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR. Variasi penelitian dilakukan pada dosis massa kitosan yaitu 8 mg, 12 mg, dan 16 mg. Karakteristik kitosan didapatkan derajat deasetilasi 80,57%. Hasil yang didapat adalah tidak ada perbedaan secara nyata pada pengaruh yang signifikan antara massa kitosan sisik ikan gabus terhadap penurunan kadar BOD (p-value > 0,05) dan ada ada perbedaan secara nyata pada pengaruh yang signifikan pada penurunan kadar COD, TSS dan kekeruhan (p-value < 0,05). Adapun efisiensi removal tertinggi pada uji kadar BOD, COD, TSS, dan kekeruhan adalah kitosan dengan massa 16 mg/200 ml dengan persentase berturut-turut 10,45%, 22,39%, 41,26%, dan 70,89% sedangkan penurunan kadar pH menggunakan kitosan tidak efektif untuk pengolahan limbah cair tahu.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.