PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN EDUKASI FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MTSN 2 BANJARMASIN

Edi Hartoyo, Pudji Andayani, Mashuri, Arief Budiarto, Huldani, Wulandewi Marhaeni, Selli Muljanto, M. Irfan Rabbani, Khadijatul Kubra, M. Dhiya Ulhaq

Abstract


Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi. Remaja putri berisiko mengalami anemia disebabkan keadaan stress, haid, dan kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Salah satu program pemerintah untuk mengatasi anemia ini adalah pemberian tablet tambah darah (TTD). Cakupan remaja putri yang minum TTD di MTSN 2 Banjarmasin masih rendah yaitu sebesar 60%. Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kadar Hb dan edukasi tentang faktor risiko terjadinya anemia pada remaja putri kelas IX MTSN 2 Banjarmasin. Pemeriksaan kadar Hb dilakukan dengan metode POCT menggunakan strip test. Edukasi tentang faktor risiko anemia dilakukan dengan ceramah dan tanya jawab. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar Hb didapatkan siswi yang memiliki kadar Hb < 12 g/dl adalah 59 orang (33,7%), dan kadar Hb > 12 g/dl adalah 116 orang (66,3%). Sedangkan pengetahuan tentang faktor risiko anemia sebelum penyuluhan adalah 64,17, dan setelah penyuluhan adalah 69,44 (p = 0,004). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan tingkat anemia pada remaja Putri siswi MTSN 2 Banjarmasin adalah 33,7%, dan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang risiko kejadian anemia.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.