ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER POSYANDU DALAM UPAYA MENURUNKAN AKI DAN AKB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN BANJAR

Fauzie Rahman, Nita Pujianti, Ayu Riana Sari Azwari, Nur Laily, Anggun Wulandari, Endah Labati Silapurna, Aminah Rahmayanti, Shofa Yulia Rizki

Abstract


Posyandu merupakan langkah yang cukup strategi dalam rangka mengembangkan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia agar mampu membangun serta menolong dirinya sendiri. Masih kurangnya pelaksanaan posyandu berdampak secara tidak langsung pada capaian AKI dan AKB yang tidak bisa dipisahkan dari peran kader. Jumlah posyandu di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2023 sebanyak 4.013 buah. Sementara itu Kabupaten Banjar menempati urutan ke-1 jumlah posyandu tidak aktif tertinggi yaitu sebanyak 57 posyandu (61,29%) dari total 93 posyandu tidak aktif di Provinsi Kalimantan Selatan. Persentase posyandu aktif di Kabupaten Banjar yaitu 90,07% menempati urutan ke-1 terendah dan lebih rendah dari rerata persentasi provinsi yaitu 98,25%. Posyandu yang tidak aktif saat ini menandakan belum optimalnya kinerja posyandu. Menurut Gibson (1996) kinerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi. Sedangkan menurut Merwe (2008) kinerja dipengaruhi oleh motivasi, penghargaan atau imbalan, kepemimpinan dan domisili. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kinerja kader posyandu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 97 kader posyandu puskesmas di Kabupaten Banjar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pelatihan (p=0,000) dan tidak ada hubungan pemberian insentif (p=1,000), kepemimpinan (p=0,747) dan domisili (p=0,798) dengan kinerja kinerja kader posyandu dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Banjar. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pelatihan dalam meningkatkan kinerja kader posyandu dan menyarankan bahwa kebijakan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.