PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BENGKEL DENGAN METODE FISIK-BIOLOGIS DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN MINYAK DAN LEMAK
Abstract
PT. Angkasa Pura I merupakan Perusahaan milik negara yang bergerak di jasa penerbangan yang menghasilkan limbah cair bengkel terurtama dari departemen Airport Equiptment. Pengolahan untuk limbah cair bengkel tersebut diserahkan ke pihak ketiga karena perusahaan belum memiliki unit pengolahan sendiri. Parameter kualitas limbah cair bengkel seperti minyak&lemak, melebihi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor. 5 Tahun 2014 Pengolahan lebih lanjut diperlukan dalam upaya menurunkan parameter-parameter tersebut agar tidak membahayakan lingkungan sekitar. Kombinasi unit pengolahan fisik dan biologis yaitu grease trap, filtrasi dan lahan basah buatan (LBB) dapat menyisihkan parameter pencemar pada limbah cair bengkel. Hanya saja diperlukan waktu kontak yang tepat agar unit pengolahan dapat bekerja maksimal. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan variasi waktu kontak yang tepat untuk menghasilkan kinerja unit pengolahan dengan efisiensi terbesar. Penelitian ini dilaksanakan skala laboratorium dengan menggunakan 3 set reaktor dengan variasi waktu kontak pada unit grease trap yaitu 3, 6, dan 9 jam, unit LBB 24, 72, 12 jam. Unit grease trap yang digunakan IGT-30, ukuran reaktor unit filtrasi 36 x 35 cm berkapasitas 30 liter dengan media filtrasi yang digunakan yaitu 15 cm pasir silika ukuran 8-16 mesh dan 10 cm karbon aktif tempurung kelapa ukuran 4-8 mesh, ukuran reaktor LBB 45 x 30 x 25 cm, tumbuhan yang digunakan yaitu eceng gondok dengan berat basah 1000 gr. Efektifitas pengolahan terbesar dalam menurunkan kandungan minyak dan lemak sebesar 74,24%. Waktu kontak yang paling optimum pada pengolahan di grease trap adalah 9 jam dan LBB adalah 120 jam.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.