DETEKSI PENYAKIT HANSEN SEBAGAI ISU STRATEGIS PENGENDALIAN KUSTA DI WILAYAH PUSKESMAS GAMBUT: INTEGRASI ISLAM-ILMU KEDOKTERAN-SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT

Ahmad Husairi, Sukses Hadi, Syaiful Fadilah, Pagan Pambudi, Djallalluddin, Muhammad Fatih Farhat, Vahrel Rahimatul Fauzy

Abstract


Deteksi penyakit Hansen dengan pendekatan terintegrasi antara Islam-ilmu kedokteran-sosial budaya masyarakat sangat penting dilakukan sebagai upaya pengendalian penyakit menuju zero kusta (zero penyakit, kecacatan, dan diskriminasi). Puskesmas Gambut telah melaksanakan program pengendalian penyakit Hansen. Namun demikian, laporan ilmiah tentang deteksi penyakit Hansen di wilayah Puskesmas Gambut dalam perspektif Islam-ilmu kedokteran-sosial-budaya masyarakat masih belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deteksi penyakit Hansen sebagai isu strategis pengendalian kusta di wilayah Puskesmas Gambut dalam perspektif terintegrasi Islam-ilmu kedokteran-sosial-budaya masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dirancang secara kualitatif melalui wawancara mendalam dengan para partisipan: masyarakat di kecamatan Gambut (4 orang), guru agama Islam dan guru sosial-budaya (3 orang), dan petugas kesehatan Puskesmas Gambut (3 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Gambut telah melaksanakan KIE, deteksi dini dan skrining penyakit Hansen pada anak SD/MI, survei kontak ke desa, melibatkan masyarakat melalui posyandu-posbindu dalam deteksi dini, serta pemeriksaan dan pelayanan penyakit Hansen di Puskesmas Gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Puskesmas Gambut telah melaksanakan berbagai upaya strategis dalam deteksi penyakit Hansen. Pelaksanaan deteksi ini dapat ditingkatkan dengan melibatkan lembaga pendidikan yang lebih tinggi (seperti SMP/MTs, SMA/MA, dan perguruan tinggi), pesantren, ulama setempat, dan LSM di Kecamatan Gambut.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.