KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL DI WILAYAH LAHAN BASAH

Fakhriyah, Siti Khairiah, Setyo Teguh W Mufatihatul Aziza N,Meitra Syahadatina N Restiana Kartika Mantasti H, Andini Octaviana P, Nadhira Suci J, Wafa' Nur Aziza

Abstract


Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi pada remaja putri. Di
Kabupaten Banjar, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 35,24% pada tahun 2023,
melampaui angka nasional. Pemerintah telah melaksanakan program suplementasi Tablet Tambah
Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan, namun kepatuhan konsumsi masih menjadi tantangan,
khususnya di wilayah lahan basah yang memiliki hambatan geografis dan sosial budaya. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan kepatuhan konsumsi TTD serta faktor-faktor yang terkait berdasarkan
kerangka Health Belief Model (HBM). Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan
cross sectional pada 50 siswi SMP di wilayah Martapura Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner
terstruktur yang mencakup enam komponen HBM, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk
distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 62,0% responden
patuh mengonsumsi TTD, sementara 38,0% kurang patuh. Berdasarkan komponen HBM, sebagian
besar responden memiliki persepsi positif terhadap kerentanan (74,0%) dan keparahan anemia
(90,0%). Mayoritas responden juga menilai manfaat TTD (96,0%) dan memiliki persepsi positif
terhadap hambatan (82,0%) serta isyarat bertindak (90,0%). Selain itu, 78,0% responden memiliki
efikasi diri yang baik dalam mengonsumsi TTD secara rutin. Temuan ini menggambarkan bahwa
kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di wilayah lahan basah relatif baik, meskipun masih
terdapat hampir 40% yang belum patuh. Faktor efikasi diri, hambatan, dan isyarat bertindak tetap
menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kepatuhan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.