PENGEMBANGAN USER INTERFACE (UI) DAN USER EXPERIENCE( (UX) KARTU INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING
Abstract
Museum Lambung Mangkurat memiliki peran penting dalam melestarikan budaya dan menyimpan peninggalan sejarah peradaban manusia di Kalimantan Selatan, dengan kurang lebih 12.149 koleksi artefak yang mencakup berbagai kategori seperti geologika, etnografika, arkeologika, numismatika, hingga teknologi. Penyajian informasi yang masih konvensional membuat pengunjung, khususnya generasi muda, kurang tertarik dan terlibat. Teknologi Augmented Reality (AR) dapat menjadi solusi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik. Namun, efektivitas AR sangat ditentukan oleh kualitas desain User Interface (UI) dan User Experience (UX). Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi desain UI/UX kartu interaktif berbasis AR untuk koleksi Museum Lambung Mangkurat dengan menggunakan metode Design Thinking. Pendekatan ini meliputi lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test yang berfokus pada pemahaman kebutuhan pengguna, perumusan masalah, pengembangan ide, pembuatan prototipe, serta uji coba bersama pengguna. Hasil penelitian berupa prototipe UI/UX yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung dan staf museum, pada artikel ini hanya berfokus pada tahap Empathize dan Define data yang diambil melalui survei dan wawancara terhadap 30 responden milenial dan Gen Z. Hasil penelitian menunjukkan tiga persona utama dengan kebutuhan berbeda: pembelajar sejarah, penjelajah interaktif, dan penggemar teknologi. Temuan ini memberikan landasan penting bagi pengembangan UI/UX aplikasi yang relevan, menarik, dan berpusat pada pengguna.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.