PENGARUH VARIASI KOMPOSISI DAN JENIS PEREKAT TERHADAP SIFAT FISIK DAN KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET LIMBAH ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens VAHL)- SEKAM PADI (Oryza sativa L.)
Abstract
. Desa Tapuk Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan salah satu sentra pengolahan arang kayu alaban di Kalimantan Selatan. Arang yang diproduksi memiliki beberapa grade, yaitu: arang grade A, grade B, grade C, dan grade D berupa limbah arang kayu alaban. Disekitar Desa Tapuk banyak terdapat tumpukan sekam padi yang tidak dimanfaatkan warga. Limbah arang kayu alaban dan sekam padi dapat memiliki nilai ekonomis tinggi jika diolah menjadi briket. Briket limbah arang kayu alaban dan sekam padi divariasikan komposisinya. Briket menggunakan perekat tepung tapioka, tepung terigu, dan tepung sagu sebanyak 5% dan 10%. Briket kemudian diuji sifat fisik dan karakteristik pembakarannya. Dari pengujian dan analisis diketahui bahwa kadar air, kadar abu, dan kadar zat-zat terbang (volatile matter) meningkat seiring bertambahnya persentase sekam padi dan perekat. Kadar karbon terikat (fixed carbon) dan nilai kalor mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya persentase sekam padi dan perekat. Lamanya pembakaran dan penyalaan awal briket semakin lama seiring meningkatnya persentase perekat dan limbah arang kayu alaban. Laju pembakaran briket semakin melambat seiring dengan meningkatnya persentase perekat dan limbah arang kayu alaban. Temperatur pembakaran briket semakin meningkat seiring meningkatnya persentase limbah arang kayu alaban dan menurunnya persentase perekat.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.