PENGELOMPOKAN DENSITI KAYU KELAPA UNTUK PROSES RESIN (STUDI KASUS: KAYU KELAPA PESISIR)

Husnul Khatimi, Yuslena Sari, Azizatil Puspita Sufiawati

Abstract


Kayu kelapa merupakan bahan bangunan dengan kualitas yang baik, namun elastisitas kayu kelapa yang cukup tinggi sehingga perlu adanya penanganan khusus. Keawetan kayu kelapa yang kurang baik dapat ditanggulangi dengan beberapa macam pengawetan. Pada kawasan pesisir pantai dapat digunakan pengawetan dengan impregnasi resin atau-pun garam wolman. Sebelum proses resin perlu dilakukan pengelompokan jenis kayu kelapa berdasarkan density (kerapatan) nya. Pengelompokan secara otomatis menggunakan teknik visualisasi computing telah banyak dilakukan namun secara khusus untuk pengelompokan kayu kelapa belum ditemukan. Contoh uji kayu kelapa yang digunakan pada penelitian ini dibedakan ke dalam tiga kelompok menurut tingkat kerapatan, yaitu tinggi, sedang dan rendah. Penelitian menggunakan dua proses GLCM untuk mendapatkan ekstraksi ciri yaitu 5 Fitur dan 22 Fitur serta dua model dari Neural Network (NN). Setelah menghasilkan feature dari citra kayu kelapa dilakukan pengelompokan density kayu kelapa. Pengelompokan ini memudahkan untuk proses resin kayu, jadi lama perendaman saat resin sangat tergantung pada densitas kayu kelapa. Semakin lama kayu direndam maka akan semakin awet pula kayu tersebut.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.