DIAGRAM DRIS UNTUK MENILAI KESEIMBANGAN HARA TANAMAN JERUK SIAM BANJAR (Citrus suhuensis L.) DI LAHAN PASANG SURUT DESA SUNGAI KAMBAT KECAMATAN CERBON KABUPATEN BARITO KUALA

Riza Adrianoor, Saputra, Ronny Mulyawan

Abstract


Sungai Kambat salah satu desa di Kecamatan Cerbon sebagai penghasil jeruk siam banjar terbesar di Kabupaten Barito Kuala. Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala tahun 2012, sekitar 75% dari luas pertanaman jeruk siam di Kalimantan Selatan berasal dari Kabupaten Barito Kuala, dimana jeruk siam banjar biasanya dibudidayakan di lahan rawa pasang surut dengan sistem tukungan atau surjan. Salah satu kendala dalam budidaya jeruk siam banjar di lahan pasang surut adalah kesuburan tanah yang rendah menyangkut masalah pemupukan. Penggunaan jenis, dosis, cara, dan waktu pemupukan yang salah dapat mengakibatkan ketidakseimbangan hara di dalam tanah, sehingga menyebabkan menurunnya produksi tanaman. Oleh karena itu, diperlukan pemupukan yang berimbang untuk mempertahankan agar produksi tetap optimal. Diagram DRIS dapat digunakan untuk mengevaluasi status hara tanaman menggunakan perbandingan rasio hara jaringan daun tanaman dari sepasang hara yang dikenal dengan nilai norms. Diagram DRIS merupakan diagnosis kualitatif yang menunjukkan variasi hara berimbang yang digambarkan dalam suatu lingkaran. Titik pusat lingkaran merupakan nilai rata-rata nisbah (rasio) hara, lingkaran dalam bergaris tengah merupakan kisaran nisbah hara berimbang, sedangkan lingkaran luar merupakan variasi batas kisaran hara yang dinilai kurang berimbang. Hasil penelitian menunjukkan keseimbangan rasio hara N/P, N/K, dan K/P diagram DRIS jeruk siam banjar berturut-turut adalah 14,06 – 20,44; 11-47 – 15,72; dan 1,07 – 1,53.

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.