PERUBAHAN MUSIM DAN STATUS KESEHATAN PSIKOSOSIAL MASYARAKAT YANG TINGGAL DI BANTARAN SUNGAI MARTAPURA
Abstract
Perubahan iklim (climate change) diakui sebagai salah satu ancaman utama terhadap kesehatan global pada abad ke-21. Perubahan iklim berdampak pada perubahan musim yang tidak menentu menimbulkan tingginya tingkat kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan bagi masyarakat yang mengalaminya. Kondisi Kalimantan Selatan cenderung mengalami bencana banjir, kekeringan, kabut asap, dan angin puting beliung. Ancaman perubahan musim yang tidak menentu akibat perubahan iklim dapat menjadi pemicu munculnya gangguan status kesehatan, psikososial, dan emosional yang signifikan pada seseorang yang terdampak langsung dengan perubahan musim. Surutnya air sungai pada musim kemarau dan rawan banjir pada musim penghujan, perubahan iklim dan musim yang tidak menentu saat ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Dimana masyarakat yang tinggal di sekitar atau bantaran sungai memenuhi kebutuhan hidup serta aktivitas kehidupan sehari-hari bergantung dan bersentuhan langsung pada sungai untuk dimanfaatkan. Sungai Martapura merupakan salah satu sungai terpanjang di Kalimantan Selatan dan banyak masyarakat tinggal dibantarannya. Sehingga perlu diteliti mengenai perubahan musim pada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai pada perspektif status kesehatan dan psikososial masyarakat. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah sampel 100 orang warga desa Keliling Benteng Ulu yang tinggal dibantaran sungai Martapura. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner dan dipresentasikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil yang didapatkan 54 orang (54%) berjenis kelamin perempuan, pendidikan Sekolah Dasar 44 orang (44%) dan 52 orang (52%) mengalami gangguan tidur.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.