PENGUATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI ERA NEW NORMAL MELALUI CADANGAN PANGAN LOKAL BERBASIS PADI DAN UBI ALABIO (STUDI DI KECAMATAN SUNGAI TABUKAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA)

Suslinawati, Ari Jumadi, Muhammad Fauzi

Abstract


Kalimantan Selatan memang masih termasuk memiliki tingkat ketahanan pangan yang baik bersama 10 Provinsi lain di Indonesia.  Namun adanya pandemi covid 19 secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak penurunan terhadap ketahanan pangan rumahtangga petani terutama akibat penurunan pendapatan.  Memasuki era new normal sekarang; perlu sistim cadangan pangan lokal berbasis padi (Oryza sativa L) dan ubi alabio (Dioscorea alata L)  bagi daerah pertanian lahan rawa lebak seperti halnya di Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara.  Penelitian bertujuan mengkaji upaya penguatan ketahanan pangan rumahtangga petani melalui cadangan pangan lokal berbasis padi dan ubi alabio.  Penelitian menggunakan 40 sampel petani yang mengusahakan tanaman padi dan juga ubi alabio.  Selain itu juga dilakukan FGD dengan stakeholders terkait.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu menghidupkan kembali lumbung pangan lokal atau ‘kindai” dengan basis komoditas padi dan ubi alabio yang dikelola bersama dalam satu kesatuan wilayah (RT, RW atau desa).  Syarat utama menghidupkan sistim kindai ini adalah peningkatan produktivitas kedua komoditas tersebut serta penataan kelembagaan lokal.  Pada sisi lain; diversifikasi sumber karbohidrat bagi masyarakat terus didorong agar tidak hanya bertumpu pada konsumsi padi saja tetapi memanfaatkan umbi-umbian seperti halnya ubi alabio yang bisa disimpan sampai 7 (tujuh) bulan lamanya. Faktor lain yang juga berperan adalah optimalisasi lahan lebak; manajemen kelembagaan; kepemimpinan lokal yang kuat; peningkatan kapasitas aparat dan atau penyuluh; akses kepermodalan.  Cadangan pangan yang dikelola bersama ini minimal 20% dari total konsumsi pada wilayah tersebut. 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.