PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN BANJAR

Herningtyas Nautika Lingga, Difa Intannia, Muhammad Rizaldi

Abstract


Antibiotik merupakan suatu obat yang memerlukan perhatian khusus dalam penggunaan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Sampel penelitian adalah masyarakat wilayah Martapura yang telah memenuhi kriteria inklusi-eksklusi sebanyak 189 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian gambaran perilaku masyarakat diperoleh antibiotik digunakan untuk demam (61,90%), antibiotik dihentikan ketika sudah sembuh (77,78%), antibiotik digunakan hanya ketika diresepkan (68,25%), antibiotik diberikan ke anggota keluarga (52,38%), anibiotik disimpan untuk persediaan (57,14%), antibiotik digunakan kembali jika alami sakit yang sama (61,90%), antibiotik digunakan untuk pilek, sakit tenggorokan dan flu tanpa konsultasi dokter (42,33%), membeli antibiotik tanpa resep (42,86%), melihat tanggal kadaluarsa sebelum menggunakan antibiotik (85,71%). Kesimpulan pada penelitian adalah masih terdapat perilaku masyarakat yang kurang tepat dalam menggunakan antibiotik.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.