ANGKA KEJADIAN MALARIA BERDASARKAN PEMERIKSAAN RAPID DIAGNOSTIK TEST DI KALIMANTAN SELATAN
Abstract
Malaria masih menjadi masalah bagi kesehatan baik di Indonesia maupun di negara lain karena angka kesakitan dan kematiannya yang cukup tinggi. Kalimantan selatan merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang masih memiliki daerah endemis malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian malaria berdasarkan pemeriksaan Rapid Diagnostik Test (RDT) di daerah endemis di Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik pada penduduk di desa endemis dengan kategori merah (Annual parasite index > 1. Jumlah responden yang berhasil didapatkan dalam penelitian ini sebanyak 107 orang. Variabel bebas adalah faktor demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan dan ras), sedangkan variable terikat adalah kejadian malaria yang dideteksi dengan menggunakan Rapid test diagnostic, Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian malaria berdasarkan pemeriksaan RDT sebesar 35.51%. Spesies penyebab malaria tersebut adalah 8,4% karena Plasmodium falciparum, 7,5% karena Plasmodium vivax dan sebagian besar adalah infeksi campuran (mix) antara Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax yaitu sebesar 19,6%. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian malaria (p=0.035; 0,001), tetapi tidak ada hubungan antara pendidikan dan ras terhadap kejadian malaria. Kesimpulan bahwa angka kejadian malaria di daerah endemis masih tinggi dan berhubungan dengan usia serta jenis kelamin masyarakat.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.