SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK SEBARAN TITIK PANAS (HOTSPOT) DI KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING

Nurul Fathanah Mustamin, Andry Fajar Zulkarnain, Muhammad Rafi Brilliansyah Ramadhan

Abstract


Informasi yang diperoleh melalui website SiPongi Karhutla Monitoring Sistem untuk wilayah Kalimantan Selatan menyatakan bahwa kebakaran hutan dalam 3 tahun terakhir dari 2017 sampai 2019 mengalami peningkatan yg signifikan. Hal ini membuat pemerintah setempat harus tanggap dan cepat dalam membuat keputusan dan kebijakan. Pembuatan kebijakan untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan memerlukan referensi informasi yang tepat berbasis spasial seperti kebijakan untuk pembuatan pos pantau, pengalokasian tim pemadam kebakaran, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membangun SIG untuk mengetahui persebaran titik panas berdasarkan curah hujan di Kalimantan Selatan menggunakan metode K-Means clustering. Dengan adanya SIG ini, pemerintah dapat memantau kabupaten/kota mana saja yang harus diprioritaskan untuk diberikan penanggulangan berdasarkan data kejadian lampau. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data titik panas,curah hujan dan luas wilayah. Model yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu visualisasi peta Kalimantan Selatan per kabupaten/kota, adapun untuk uji akurasi yang didaptkan sebesar 84.61%.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.