KONSEP BATANG BANYU PADA MASYARAKAT TEPIAN SUNGAI DALAM MENJAGA KEBERLANJUTAN SUNGAI DI KALIMANTAN SELATAN
Abstract
. Provinsi Kalimantan Selatan terdapat beberapa sungai besar, seperti sungai Martapura, Sungai Nagara dan Danau Panggang. Sungai-sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat tepian sungai. Keseharian masyarakat tepian sungai banyak berkaitan dengan sungai. Ketergantungan masyarakat dengan sungai diasumsikan telah membentuk kebudayaan yang khas. Bagaimanapun idealnya kebudayaan yang khas tersebut dapat sebagai sumber pengetahuan untuk menjaga keberlanjutan sungai, faktanya sungai-sungai ini sekarang kualitasnya menjadi sangat rendah. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsep masyarakat tepian sungai untuk menjaga keberlanjutan sungai. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori fenomenologi. Teori ini berupaya untuk membungkar pengalaman-pengalaman sadar masyarakat tepian sungai terhadap makna sungai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dengan pendekatan fenomenologi. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat tepian sungai yang berada ditiga lokasi, yaitu Sungai Martapura di Kota Banjarmasin, Sungai Nagara yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Danau Panggang yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa Batang Banyu merupakan konsep yang dipahami oleh masyarakat tepian sungai. Konsep ini termanifestasi dalam keseharian, meliputi mata pencaharian, perilaku masyarakat dan budaya rumah.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.