KAJIAN ASPEK LANSKAP TUMBUHAN Avicennia Sp. DAN INTERAKSI ALAMIAH PENDUDUK LOKAL DALAM RESTORASI EKOSISTEM MANGROVE

Anang Kadarsah, Nurul Huda

Abstract


Kajian aspek lanskap dan interaksi alamiah diperlukan sebagai alat utama untuk mengembangkan restorasi struktur dan fungsi yang berkelanjutan pada ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keadaan lanskap dan interaksi alamiah penduduk lokal dengan tumbuhan api-api (Avicennia Sp.) terkait restorasi ekosistem mangrove. Penelitian ini berlangsung dalam kawasan ekowisata dan muara Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut.  Waktu penelitian selama 4 bulan (Juli – Oktober 2020). Pengambilan data lanskap menggunakan bantuan peta google maps dan analisis interaksi alami penduduk lokal diketahui melalui kuesioner dan wawancara. Variabel karakter lanskap yang diamati meliputi : matriks, patch, dan koridor. Interaksi alamiah penduduk lokal meliputi : aktivitas, sikap dan pengetahuan. Hasil penelitian ini menunjukkan ukuran matriks (luas tutupan kanopi vegetasi Avicennia Sp.) pada kawasan ekowisata lebih tinggi (60,1 – 90,3%) dibandingkan kawasan muara (2,5-15,5%).  Sebaliknya ukuran patch/fragmen di kawasan muara lebih tinggi (78,9-90,2%) daripada kawasan ekowisata (5,8-33,7%). Petani dan nelayan memiliki potensi aktivitas perusakan habitat (ekosistem mangrove) yang lebih tinggi (45% dan 37%) daripada pelajar dan PNS. Pengetahuan penduduk mengenai tumbuhan Avicennia tergolong tinggi (99%), serta tentang potensi ikan dan moluska (86%). Namun kriteria kerusakan pada ekosistem mangrove hanya sekitar 44% responden saja yang mengetahuinya, meskipun secara keseluruhan (100%) responden mengatakan perlu untuk merestorasi ekosistem mangrove yang terdegradasi. Terkait sikap, diketahui bahwa profesi petani tergolong paling tinggi (83,3%) partisipasinya dalam upaya dalam restorasi ekosistem mangrove. Demikian juga dengan kesediaaan membantu kegiatan restorasi ekosistem mangrove tergolong tinggi (83%).  Kesimpulan : restorasi ekosistem mangrove di muara lebih perlu diprioritaskan terkait parameter lansekap (patch) yang lebih besar dari kawasan ekowisata.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.