PENGARUH PENERAPAN TEHNIK DAN METODE PENGOLAHAN AIR SEDERHANA BERDASAR SUMBER DAYA LOKAL DALAM PENYEDIAAN SUMBER AIR BERSIH UNTUK PASCA BANJIR, PERTAMBANGAN, DAN LAHAN BASAH
Abstract
Permasalahan air yang ada tidak hanya bersumber pada limbah, juga berasal dari bencana banjir, pertambangan, dan juga wilayah lahan basah. Pada tahun 2020, banjir merupakan kejadian bencana yang paling sering terjadi dan paling banyak menimbulkan korban jiwa. Dampak bencana banjir yaitu sebanyak 259 jiwa meninggal dan 8 orang hilang serta 3.654 jiwa luka-luka), rumah rusak sebanyak 42.762, fasilitas (pendidikan, peribadatan, kesehatan) rusak sebanyak 1.542, kantor rusak sebanyak 134, dan jembatan rusak sebanyak 442, mengungsi 1.517.935 jiwa. Tujuan pada penilitian ini adalah menganalisis metode dan teknik serta mengukur hasil pengolahan air sederhana berdasarkan sumber daya lokal. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan jenis penelitian quasi experimental. Hasil dari penelitian ini adalah pada pengukuran fisik air sebelum perlakuan pada Desa Kaliukan memiliki nilai pH, TDS, konduktifitas, turbidity, DO dan suhu yang sesuai dengan standar. Setelah dilakukan perlakuan menggunakan sekam padi memiliki nilai pH, TDS, Konduktivitas, DO, suhu yang sesuai sedangkan kekeruhan memiliki nilai yang tidak sesuai. Perlakuan menggunakan arang kayu memiliki nilai pH, TDS, Konduktivitas, DO yang sesuai, pada suhu yang sesuai adalah pada bahan filterasi 0,6 gram, waktu 0 menit dengan banyak air 250 ml pada kekeruhan memiliki nilai yang sesuai pada bahan 3,0 gram, 40 menit, 1liter dan 3,6 gram, 60 menit dan 1 liter. Perlakuan menggunakan batok kelapa memiliki nilai pH, TDS, Konduktivitas, DO, suhu yang sesuai sedangkan kekeruhan memiliki nilai yang sesuai pada bahan 0,6 gram, 0 menit, 250 ml, 3,0 gram, 40 menit, 1 liter dan pada 3,6 gram, 60 menit, 1 liter.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.