IMPLEMENTASI HASIL REDUKSI KADAR LEMAK DAN ASAM SIANIDA (HCN) LIMBAH BIJI KARET DALAM FORMULASI RANSUM KOMPLIT TERNAK KERBAU RAWA IN VIVO
Abstract
Pada penelitian ini melibatkan sebanyak 6 ekor kerbau rawa dewasa yang dipelihara oleh peternak di kecamatan Bati Bati kabupaten Tanah Laut. Bobot awal kerbau rawa (unsexed) rata rata 260 kg untuk P0 dan 277 untuk P1. Perlakuan yang diterapkan adalah penggunaan sebanyak 15% biji karet dalam konsentrat (P1). Data diuji dengan menggunakan student analisys atau t-test yang membandingkan antara ternak yang diberikan perlakuan konsentrat tanpa biji karet (kontrol/P0). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perilaku ternak terkait adaptasi dengan pakan perlakuan yang diberikan menunjukkan respon yang lambat, diperlukan waktu lebih dari satu minggu untuk pengenalan pakan baru (konsentrat) yang dicobakan. Konsumsi Bahan Kering (BK) konsentrat P1 (1.1 kg BK/ek/hr) nyata lebih tinggi dari P0 (0.7 kg BK/ek/hr). Total konsumsi BK tidak mununjukkan beda nyata dimana P0 6.8 kg BK/ek/hr dan P1 sebesar 7 kg BK/ek/hr. Dilihat dari total konsumsi BK (% dari bobot badan), terlihat cukup tinggi yaitu 2.7 % (P0) dan 2.6 (P1) (P>0.05). Hal ini menunjukkan bahwa setelah masa adaptasi pakan, kerbau materi penelitian menunjukkan konsumsi yang normal terutama untuk pakan hijauan. Pakan konsentrat secara umum dikonsumsi dibawah yang ditargetkan yaitu 3 kg/ek/hr rata rata hanya dikonsumsi 0.97 kg/ek/hari (P0) dan 1.43 kg/ek/hr (P1). Pertumbuhan harian menunjukkan tidak adanya beda nyata yaitu 0.9 kg/ek/hr untuk P0 dan 1 kg/ek/hr untuk P1. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penggunaan tepung biji karet sebagai limbah perkebunan untuk pakan ternak prospektif digunakan karena memberikan hasil pertumbuhan dan konsumsi yang tidak berbeda dengan konsentrat konvensional, pada level 15% dari totoal bahan penyusun kosentrat.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.