PENGARUH PEMBERIAN TKKS DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) DI TANAH SULFAT MASAM
Abstract
Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi). Di Afrika dan Asia daun kelor direkomendasikan sebagai suplemen yang kaya zat gizi untuk ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan. Lahan sulfat masam merupakan lahan yang kurang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pertanian karena memiliki faktor pembatas yang cukup serius, tetapi berpotensi untuk ditanam tanaman kelor, karena tanaman kelor toleransi terhadap kemasaman yang tinggi. Kemasaman tanah yang tinggi dapat diatasi dengan menggunakan bahan ameliorant. Beberapa pene;itian menyebutkan bahwa TKKS dan abu sekam dapat memperbaiki kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan abu sekam pada pertumbuhan tanaman kelor ditanah sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian ULM dengan percobaan skala polibag menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dimana faktor A adalah dosis TKKS dan faktor B abu sekam padi. Masing-masing factor terdiri dari tiga taraf perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali sehingga didapat 27 satuan percobaan. Pelaksanaan penelitian dimulai dari persiapan media tanam, persiapan perlakuan, bibit kelor, pemberian perlakuan, inkubasi, penanaman, dan pemeliharaan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan kompos TKKS dan abu sekam terhadap pertumbuhan tunas tanaman kelor dengan perlakuan terbaik adalah kombinasi 20 ton ha-1 kompos TKKSdengan abu sekam 10 ton ha-1.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.