KOSAKATA ALAT DAN AKTIVITAS MENANGKAP IKAN TRADISIONAL YANG TERANCAM PUNAH DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH DAN MAKNA SIMBOLNYA: PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK

Muhammad Rafiek, Rustam Effendi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang kosakata alat dan aktivitas menangkap ikan tradisional di kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan makna simbolnya dengan perspektif sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan teori semiotika, yakni teori yang berupaya menafsirkan berbagai simbol dan atau tanda yang melekat pada suatu kegiatan budaya dan teori bahasa yang terancam punah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya alat dan aktivitas menangkap ikan tradisional sesuai kondisi air dan makna simbolnya. Alat dan aktivitas menangkap ikan tradisional sesuai kondisi air terdiri atas 4, yaitu (1) pada saat air dalam, (2) pada saat air surut, (3) pada saat air dalam dan surut, dan (4) pada saat air kering. Temuan makna simbol dapat terlihat pada empat ranah, yakni, (1) simbol yang melekat pada alat penangkapan ikan, seperti tantaran unjun yang terdapat bekas gigitan tupai, ruas-ruas yang rapat dari ruas lainnya, anyaman bagian lunta atau hancau yang lebih rapat dari lainnya, (2) simbol yang melekat pada perilaku pencari ikan, seperti bunyi tingui atau siulan, mengharu-biru air agar ikan datang, taburan makanan beraroma kesenangan ikan, (3) simbol yang melekat pada perilaku ikan, seperti, bual, kudap, bandan, anakan, dan lain-lain, dan (4) simbol yang melekat pada benda atau sarat tertentu.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.