FAKTOR RISIKO SINDROM METABOLIK PADA PEKERJA PERTAMBANGAN BATU BARA (STUDI PADA PT. X DI KALIMANTAN SELATAN)
Abstract
Sindrom metabolik merupakan prekursor penyakit tidak menular yang dapat mengakibatkan kematian. Penelitian terdahulu yang dilakukan pada pekerja suatu perusahaan pertambangan di Kalimantan Selatan menunjukkan prevalensi sindrom metabolik sebesar 47,8%, sehingga perlu diketahui faktor risiko yang telah muncul pada kelompok pekerja pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor risiko sindrom metabolik pada pekerja perusahaan pertambangan batubara di Kalimantan Selatan. Metode penelitian dengan desain cross sectional dan analisa observasional secara deskriptif menggunakan kuesioner. Variabel penelitian adalah karakteristik individu (umur, jenis kelamin, lingkar perut, dan riwayat penyakit keluarga), kebiasaan olahraga (frekuensi olahraga dan lama olahraga), kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, dan frekuensi intake makanan (makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, buah, dan lainnya). Populasi responden adalah pekerja pada salahsatu perusahaan pertambangan (PT.X) di Kalimantan Selatan sebanyak 60 orang. Sampel penelitian adalah 22 orang yang ditemukan melalui purposive random sampling dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan munculnya variabel determinan yang berisiko terhadap kejadian sindrom metabolik pada kalangan pekerja di perusahan pertambangan yaitu, golongan umur lebih dari 40 tahun, lingkar perut yang berisiko (abdominal obesity), frekuensi konsumsi buah yang rendah, frekuensi konsumsi gorengan dan teh manis yang cukup tinggi, serta frekuensi konsumsi kopi manis yang tinggi. Rumusan program pengendalian yaitu dengan fokus menangani terlebih dahulu faktor risiko kejadian sindrom metabolik yang telah muncul dan mencegah faktor lain melalui monitoring faktor risiko serta intervensi yang sesuai dengan kelompok pekerja
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.