PEMANFAATAN DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) SEBAGAI SABUN CUCI MOTOR ANTI KOROSI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Abstract
Sabun cuci motor anti korosi telah berhasil dibuat dengan memanfaatkan daun eceng gondok sebagai inhibitor alami anti korosi. Pertumbuhan eceng gondok yang sangat besar diperairan Kalimantan Selatan, khususnya di sungai Banjarmasin menyebabkan permasalahan lingkungan dan dapat menggangu aktivitas trasportasi air. Disamping itu, masyarakat enggan untuk mengolah kembali limbah eceng gondok dikarenakan dianggap tidak bernilai ekonomis. Pada karya tulis ini dilakukan pemanfaatan limbah daun eceng gondok sebagai bahan alami anti korosi sebagai sabun cuci motor untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pembuatan sabun cuci motor dilakukan dengan proses saponifikasi atau penyabunan menggunakan minyak jelantah dan basa KOH (kalium hidroksida). Setelah reaksi penyabunan selesai kemudian ditambahkan air rebusan dari daun eceng gondok kering. Pelatihan pembuatan sabun cuci motor anti korosi dilakukan pada kelompok Mitra Binaan Pertamina Banjarmasin yang tinggal diwilayah pinggiran sungai Alalak. Sabun cuci motor anti korosi yang dibuat telah memenuhi memiliki nilai pH 8, bahan tidak larut dalam air 0.07 % fraksi massa, total bahan aktif 15%, cemaran mikroba angka lempeng total 1x 103 koloni/g. Sabun cuci motor dari daun eceng gondok yang telah dibuat telah sesuai dengan mutu detergen cuci cair untuk alat dapur berdasarkan SNI 4075-2:2017.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.