ANALISIS DAYA SAING USAHATANI KOMODITAS NANAS DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA
Abstract
Salah satu buah yang memberikan kontribusi terhadap nilai ekspor adalah komoditas nanas. Komoditas nanas di Kalimantan Selatan sendiri merupakan komoditas yang banyak diusahakan oleh masyarakat di lahan rawa pasang surut yakni di Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan data BPS Provinsi Kalimantan Selatan, pada tahun 2019 menunjukkan bahwa produksi nanas di Kalimantan Selatan sebanyak 123.578 ton, dan kontribusi produksi dari Kabupaten Barito Kuala sebanyak 119.732 ton. Jumlah produksi ini meningkat pada tahun 2020, yang mana produksi nanas di Kabupaten Barito Kuala sebanyak 125.463 ton atau 96,59% dari produksi di Kalimantan Selatan. Berdasarkan analisis daya saing dengan pendekatan Policy Analysis Matrix (PAM), didapatkan bahwa usahatani nanas di Kabupaten Barito Kuala menguntungkan secara finansial dan ekonomi. Hal ini terlihat dari nilai keuntungan privat (KP) yang bernilai positif yaitu Rp 1.736,95 per kilogram dan nilai keuntungan sosial (KS) bernilai positif sebesar Rp 3.681,69 per kilogram. Selain itu usahatani nanas di Kabupaten Barito Kuala memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Hal ini terlihat dari nilai PCR (0,37) maupun DRC (0,22) lebih kecil dari satu.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.