STRATEGI ADAPTASI PASCA BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BARITO KUALA, KALIMANTAN SELATAN
Abstract
Rumahtangga petani mempunyai mekanisme adaptasi dalam menghadapi kerentanan akibat dampak dari variabilitas iklim. Lokasi penelitian di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala, dengan pertimbangan bahwa kecamatan tersebut merupakan salah satu kecamatan yang terdampak banjir dan mayoritas penduduk nya berusahatani padi. Berdasarkan Hasil penelitian mekanisme adaptasi yang dilakukan petani meliputi: adaptasi ekologi, ekonomi dan sosial. Rumahtangga petani mengkombinasikan ketiga mekanisme adaptasi untuk meningkatkan resiliensi. Bentuk resiliensi rumahtangga petani dapat dilakukan dalam bentuk non farm, on farm maupun off farm. Tingkat resiliensi rumahtangga petani dipengaruhi oleh pendapatan rumahtangga petani dan kepemilikan aset berupa lahan sawah. Rumahtangga petani yang mempunyai tingkat pendapatan yang tinggi, tentunya mempunyai daya tahan yang tinggi pula ketika terjadi krisis. Kepemilikan lahan juga menentukan tingkat resiliensi rumahtangga petani. dengan mempunyai lahan sendiri, rumahtangga petani akan mempunyai cadangan hasil panen yang dapat dimanfaatkan untuk stok pangan ke depan dan dijual ketika membutuhkan dana untuk kebutuhan yang mendesak. Semakin tinggi kebertahanan (tindakan resiliensi) rumahtangga petani dalam mengatasi dampak variabilitas iklim, maka semakin tinggi tingkat resiliensi yang dapat diciptakan dari tindakan tersebut. Faktor demografi juga berpengaruh terhadap kebertahanan /resiliensi seperti usia, Pendidikan dan jumlah tanggungan. Semakin tua dan banyak nya tanggungan serta rendahnya pendidikan akan menurunkan daya resiliensi, semakin tua umur petani dan banyaknya tanggungan semakin tinggi ketidakberdayaan dalam menghadapi kerentanan dari variabilitas iklim.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.