PENYISIHAN FE MENGGUNAKAN TANAMAN Eichhornia crassipes DAN TANAMAN Pistia stratiotes L. DENGAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN PERMUKAAN PADA AIR SUMUR

Nopi Stiyati Prihatini,M.Firmansyah Indah Nirtha Chairul Abdi, Andi Suryanata

Abstract


Lahan basah buatan (constructed wetland) merupakan metode pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah air sumur yang mengandung logam berat yang mudah, murah, dan efektif dalam pengaplikasiannya. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan studi efektifitas penggunaan Lahan Basah Buatan Aliran Vertikal Bawah Permukaan (LBB-AVBP) untuk mengolah besi pada air sumur dengan efisiensi yang cukup baik (76,72% - 85,68%), dengan menggunakan tanaman lokal Jeringau (Acorus calamus) dan Purun tikus (Eleocharis ducis). Hanya saja konsentrasi besi setelah diolah di reaktor LBB-AVBP selama 40 hari masih berada di atas baku mutu yang dipersyaratkan. Hasil analisa pada penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kandungan Fe cukup besar di media LBB-AVBP (rata-rata 648,37 mg/kg), hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan efluen LBB-AVBP memiliki konsentrasi Fe diatas baku mutu. Oleh karena hal tersebut pada penelitian ini akan digunakan lahan basah buatan dengan model aliran permukaan tanpa media tanam dengan jenis tanaman lokal mengapung Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan Kayu apu (Pistia stratiotes L.), dengan harapan konsentrasi Fe dan Mn air sumur dapat memenuhi baku mutu. Penelitian ini akan menggunakan reaktor LBB-AVBP berukuran 90 cm x 30 cm x 45 cm. Debit aliran yang digunakan yaitu 10,8 L/hari, dengan waktu tinggal 5 hari. Tanaman yang digunakan adalah Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan Kayu apu (Pistia stratiotes L.) dengan berat basah 540 g per reaktor. Pengambilan sampel dilakukan setiap 5 hari dengan waktu penelitian selama 20 hari. Sampel air di uji laboratorium untuk mengetahui konsentrasi Fe (SNI 6989.4:2009). Selanjutnya dianalis efisiensi sistem LBB-AP yang menunjukkan kinerja LBB. Efisiensi penyisihan konsentrasi Besi (Fe) tertinggi pada effluent sistem Lahan Basah Buatan Atas Permukaan (LBB-AP) menggunakan air sumur Desa Selat Makmur dengan bantuan vegetasi kayu apu dan eceng gondok berturut-turut adalah 86,11% pada hari ke-15 dan 89,32% pada hari ke-10.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.